Showing posts with label FILSAFAT. Show all posts
Showing posts with label FILSAFAT. Show all posts

Tuesday, November 24, 2015

MAKALAH ALIRAN FILSAFAT ISLAM

BAB I
Pendahuluan
Filsafat Islam  muncul pada awalnya adalah didorong oleh sebuah cita-cita terciptanya keterpaduan antara akal dan wahyu, rasio dan hati, agama dan logika. Geliat pemikiran yang semacam ini muncul tatakala Islam  mulai bersentuhan dengan tradisi filsafat Yunani klasik yang berkembang di abad pertengahan.Tokoh filsof Islam pertama kali yang berusaha untuk menyelaraskan atau mempertemukan antara akal dan wahyu adalah Al-Kindi (801-873). Di adalah tokoh yang pertama kali merumuskan secara sistematis apa itu filsafat Islam. Meskipun, pemikiran Al-Kindi sendiri sebenarnya masih berbaur secara lekat dengan debu teologi.
Memang, meskipun dalam ajaran Islam, aqal mendapatkan porsi yang cukup besar, namun dalam praktiknya umat Islam justru banyak yang meninggalkan aqal. Kehendak umat Islam untuk jauh dari tradisi rasionalitas itu justru dengan alasan untuk praktik keberagamaan itu sendiri. Secara umum umat Islam mempunyai asumsi kuat bahwa Islam adalah wahyu yang keberadaannya harus diterima secara taken for granted, sebuah produk yang

Wednesday, November 18, 2015

MAKALAH PEMIKIRAN FILSAFAT

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Filsafat, terutama filsafat Barat muncul di Yunani semenjak kira - kira Abad ke-7 SM. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai berpikir-pikir dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada agama lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.
Filsuf hanyalah orang yang memikirkan hakikat segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam. Filsafat adalah hasil akal seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dengan kata lain: filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu.
Dengan makin luas dan makin bertambahnya pengetahuan kita maka akan terasa pulalah kebutuhan akan sesuatu pandangan yang

Monday, November 16, 2015

MAKALAH FILSAFAT ETIKA

BAB I
PENDAHULUAN

A.                LATAR BELAKANG
Rasulullah SAW bersabda,” Bahwasanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak/akhlaqul karimah manusia”. Berdasarkan hadits Nabi SAW, akhlak atau budi pekerti manusia sangat mendapat perhatian dari beliau. Hadits ini sebagai bukti pada zaman Rasulullah SAW sudah ada tindakan yang bertentangan dengan kemanusiaan. Seperti cerita dari para guru kita tentang penduduk Makkah pada zaman Jahiliyah yang senang mengubur anak perempuan mereka hidup-hidup, karena takut dihina dan takut miskin. Dalam kehidupan sekarang ini, sering dijumpai kejahatan-kejahatan yang tidak sesuai dengan rasa kemanusiaan pula. Seperti kekerasan dalam rumah tangga, pembunuhan, penganiayaan, perbudakan, dsb.
Perbuatan sewenang-wenang jika dibiarkan maka akan merenggut banyak pihak yang dirugikan dan menjadikan generasi bangsa menjadi generasi yang tidak bermoral sehingga

Thursday, January 22, 2015

MAKALAH FILSAFAT PENDIDIKAN



PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
            Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujutkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untukmemiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakay bamgsa dan Negara[1].
            Kajian-kajian pendidikan dilakukan oleh beberapa ahli dari berbagai disiplin ilmu, diantaranya adalah ahli filsafat, ahli agama, ahli sosiologi,dan lain sebagainya. Inilah yang menyebabkan munculnya ilmu pengetahuan kependidikan, seperti ilmu filsafat pendidikan, ilmu sosiologi pendidikan dan lain sebagainya.

Makalah Filsafat Muslim



A.     Pendahuluan
Filsafat merupakan suatu kajian Ilmu pengetahuan yang dipelajari dalam dunia Perkuliahan yang mencakup tentang pemikiran seseorang. Filsafat dapat pula dikatakan sebagai hasil dari akal manusia yang mencari tau memikirkan sesuatu kebenaran secara mendalam. Jadi, hasil pemikiran dari akal manusia adalah Filsafat dengan catatan bahwa pemikiran itu di lakukan secara mendalam dan bukan setengah – setengah dalam menanggapi suatu untuk mencari kebenaran.
Dalam filosof muslim mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang Filsafat, bahkan ada yang sampai menyimpang dari ajaran Agama Islam. Benar mereka Hidup di Lingkup Islam dan Lahir di Daerah yang Mayoritas Islam, tapi Pandangan sebagian para Filosof ini menyimpang bahkan ada yang menganggap Akal adalah segalanya.

Sunday, October 26, 2014

MAKALAH FILSAFAT YUNANI



BAB I
PENDAHULUAN

Pembimbing ke filsafat tak akan lengkap tanpa sepatah kata tentang perkembangan filsafat sepanjang sejarah. Sejarah filsafat ialah penyelidikan ilmiah mengenai perkembangan filsafat dari seluruh bangsa manusia dalam sejarah. Berbicara tentang kelahiran dan perkembangan filsafat pada awal kelahirannya tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan (ilmu) pengetahuan yang munculnya pada masa peradaban kuno (masa yunani). Dalam sejarah filsafat biasanya filsafat yunani dimajukan sebagai pangkal sejarah filsafat barat, karena dunia barat (Eropa Barat) dalam alam pikirannya berpangkal kepada pemikiran yunani. Pada masa itu ada keterangan-keterangan tentang terjadinya alam semesta serta dengan penghuninya, akan tetapi keterangan ini berdasarkan kepercayaan. Ahli-ahli pikir tidak puas akan keterangan itu lalu mencoba mencari keterangan melalui budinya.
Seringkali persoalan-persoalan filsafat hanya dapat dipahami jika dilihat dari perkembangan sejarahnya. Ahli-ahli besar seperti Aristoteles, Thomas Aquino, Immanuel Kant itu hanya dapat dimengerti dari aliran-aliran yang mendahului mereka. Aliran yang satu biasanya merupakan reaksi atau syintetis dari

MAKALAH FILSAFAT ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah

            Filsafat adalah hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran sedalam-dalamnya, filsafat islam lahir melalui proses yang begitu panjang, berawal dari pengaruh filsafat Yunani sampai melahirkan pemikiran filsafat islam.
            Para filsuf islam banyak mengambil dan memahami pemikiran-pemikiran para filsuf Yunani, seperti Aristoteles, Platinus, dan Plato. Sehingga banyak teori-teori para filsuf Yunani yang diambil oleh filsuf Islam.
            Walaupun para filsuf Islam banyak yang berguru terhadap para filsuf Yunani, tetapi bukan berarti mengekor dan mengutip, filsafat Yunani hanya dijadikan sebagai salah satu sumber pemikiran filsafat Islam. Filsafat Islam sendiri telah mampu menampung dan mempertemukan berbagai aliran pikiran, sumber filsafat Islam tidak hanya dari filsafat Yunani tetapi juga dari kebudayaan Iran dan India.
            Dunia Islam berhasil membentuk filsafat yang sesuai dengan

MAKALAH FILSAFAT ILMU



PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Kita sebagai umat islam diwajibkan untuk mendakwahkan islam secara menyeluruh kepada segenap manusia. Mendakwahkan islam di zaman sekarang ini otomatis akan menghadapi berbagai macam tantangan,sebagai akibat lalu lintas cultural antar bangsa di dunia yang makin tidak mengenal jarak, serta penemuan-penemuan dan penggunaan hasil rekayasa tekhnologi modern telah menggeser nilai-niai hidup yang memiliki nilai luhur.
            Untuk menjawab tantangan yang beraneka ragam itu, kiranya filsafat dapat dijadikan jembatannya. Persoalannya sekarang ini adalah siapakah umat islam yang menggali ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah serta mendalaminya. Kemudian menyuguhkan dengan cara yang dapat di pertanggungjawabkan secara filosofis.
 Ini sebuah tantangan umat islam akhir-akhir ini yang

Friday, October 10, 2014

RESUME BUKU FILSAFAT UMUM II (Drs. Asmoro Achmadi)



A.    PENDAHULUAN
Tujuan studi filsafat adalah mengantarkan ke dalam dunia filsafat, sehingga minimal dia dapat mengetahui apakah filsafat, maksud dan tujuannya.
Adapun tujuan umumnya adalah menjadikan manusia yang susila. Pengertian “susila” di sini terdapat dalam rung lingkup tertentu sesui dengan tempat dan aturan yang ada. Orang susila dipandang sebagai ahli filsafat, ahli hidup, dan sekaligus sebagai orang yang bijaksana. Karena itu, pada giliran selanjutnya, orang tersebut akan mendapatkan kehidupan yang bahagia.
Sedangkan tujuan khususnya adalah menjadikan manusia yang berilmu. Dalam hal ini, ahli filsafat dipandang sebagai orang yang ahli dalam bidang ilmu pengetahuan (ilmuwan), yang selalu mencari kenyataan kebenaran dari semua problem pokok keilmuwan.
Perbedaan orang yang berfilsafat dengan yang tidak berfilsafat terletak pada

RESUME BUKU FILSAFAT UMUM I (Drs. Asmoro Achmadi)



A.    PENDAHULUAN
Tujuan studi filsafat adalah mengantarkan ke dalam dunia filsafat, sehingga minimal dia dapat mengetahui apakah filsafat, maksud dan tujuannya.
Adapun tujuan umumnya adalah menjadikan manusia yang susila. Pengertian “susila” di sini terdapat dalam rung lingkup tertentu sesui dengan tempat dan aturan yang ada. Orang susila dipandang sebagai ahli filsafat, ahli hidup, dan sekaligus sebagai orang yang bijaksana. Karena itu, pada giliran selanjutnya, orang tersebut akan mendapatkan kehidupan yang bahagia.
Sedangkan tujuan khususnya adalah menjadikan manusia yang berilmu. Dalam hal ini, ahli filsafat dipandang sebagai orang yang ahli dalam bidang ilmu pengetahuan (ilmuwan), yang selalu mencari kenyataan kebenaran dari semua problem pokok keilmuwan.
Perbedaan orang yang berfilsafat dengan yang tidak berfilsafat terletak pada sikap seseorang terhadap hidupnya. Karena filsafat akan mengajarkan kita tentang kesadaran, kemauan, dan

FILSAFAT DAN AGAMA



BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk pencari kebenaran dalam perenungannya menemukan tiga bentuk eksistensi kebenaran yaitu: ilmu pengetahuan, filsafat dan agama.[1] Dalam makalah ini kami tidak akan membahas mengenai ilmu pengetahuan, filsafat dan agama serta kaitannya, tetapi kami hanya akan membahas mengenai filsafat dan agama serta kaitannya.
Sebelum berbicara banyak hal mengenai filsafat dan agama, alangkah lebih baik jika kita mengetahui apa maksud dari filsafat dan agama itu sendiri terlebih dulu. Ada banyak  pendapat tentang pengertian filsafat oleh para filosof, demikian pula dengan pengertian agama oleh subyek yang berbeda-beda.
 Menurut namanya saja filsafat boleh dimaknakan