Showing posts with label tradisi. Show all posts
Showing posts with label tradisi. Show all posts

Thursday, December 3, 2015

TRADISI PERANG OBOR DI DESA TEGAL SAMBI JEPARA

TRADISI PERANG OBOR DI DESA TEGAL SAMBI JEPARA

Perang obor atau disebut juga obor-oboran, merupakan salah satu upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Jepara, khususnya Desa Tegal Sambi, Kecamatan Tahunan, Jepara. Upacara ini diadakan setahun sekali pada senin pahing, malam selasa pon di bulan dzulhijjah, acara ini dilaksanakan pada malam hari sekitar pukul 20.00. Obor pada upacara tradisional ini adalah gulungan atau bendelan 2 atau 3 pelapah kelapa yang sudah kering dan bagian dalamnya diisi dengan daun pisang kering (jawa: klaras).
Upacara tradisi perang obor merupakan slametan untuk melakukan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hasil panen kepada segenap masyarakat desa tegal sambi. Selain perang obor juga sebetulnya ada perang ketupat, ada juga yang wajib memandang matahari. Semua untuk bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi berkah. Dan upacara ini awalnya untuk mungusir kekuatan jahat pembawa wabah penyakit. Namun demikian dengan datangnya pengaruh Islam. Upacara ini difungsikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan dalam rangka untuk

Monday, November 16, 2015

Tingkeban (MAPATI)

Tingkeban (MAPATI)

            Mei 2015, saya memutuskan untuk menulis, mencari tahu tentang upacara atau adat yang dilakukan di Desa Bulung Kulon Jekulo Kudus yaitu ketika masa kehamilan telah mencapai 4 bulan yang dikenal dengan tingkep. Pertama saya menanyai ibu saya apa sie yang dinamakan tingkep. Ibu masfu’ah menjawab tingkep adalah selamatan 4 bulanan ketika wanita sedang hamil, yaitu dengan mengundang para tetangga untuk melakukan selamatan berdoa bersama dirumah. [1]
            Selanjutnya saya menanyakan hal yang sama kepada ayah saya, beliau menjelaskan tingkep adalah selamatan pada bayi yang dikandung seorang wanita berusia menginjak 4 bulan. Tingkep dilakukan supaya terhindar dari bala’, tingkep disamakan dengan sedekah kepada tetangga  supaya si bayi dan sekeluarga aman terhindar dari bala’.
            Kemudian saya menanyai ayah saya tentang perihal

ULIH-ULIHAN (OMAH-OMAH di ULEHI) PINDAH RUMAH

ULIH-ULIHAN (OMAH-OMAH di ULEHI)
PINDAH RUMAH

Di daerah saya yaitu tepatnya di Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus, pada saat ada orang yang membuat rumah baru, setelah jadi pada saat akan ditempati maka terlebih dahulu yaitu dengan cara di ulih-ulihi. Yang pertama adalah yang mempunyai rumah, orang laki-lakinya atau kepala keluarganya membawa caping dan cangkul. Makna dari membawa caping dan cangkul. Makna dari membawa caping dan cangkul adalah bahwa seorang suami atau kepala keluarga mempunyai kewajiban untuk menghidupi seluruh anggota kuluarganya dan memberi nafkah kepada istrinya. Karena pada zaman dahulu orang pedesaan mata pencahariannya sebagai petani disawah untuk mendapatkan

Tuesday, November 10, 2015

PENDIDIKAN ISLAM dalam TRADISI TOLAK BALAK RABU PUNGKASAN

PENDIDIKAN ISLAM dalam TRADISI TOLAK BALAK RABU PUNGKASAN

Sejarah dari adanya rabu pungkasan merupakan pemikiran dari orang-orang kasyaf. Orang-orang kasyaf merupakan orang yang mempunyai indera ke-enam atau mereka yang sudah berma’rifat. Ada juga pendapat lain yang menyebutkan sejarah dari adanya rabu pungkasan, menurut penuturannya rabu pungkasan adalah dawuh dari nabi dawuhnya seperti ini “اربى اعو اخرى شهرى نحس lalu diselidiki orang-orang ahli kasyaf bahwa Allah menurunkan balak sekitar 70.000 di akhir bulan shafar, dawuh tersebut hasil kasfi dari sebagian wali yang menyelidiki.[1] Diselidiki lewat muroqobah kepada Allah lalu terbuka jumlah balak. Menurut pendapat lain lagi imam Ahmad Dairabbi seorang aulia’ illah yang mendapat wangsit dari Allah, imam Dairabbi adalah

Tuesday, November 3, 2015

PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI “DUNDUM KANTONG” di KARANGDOWO BAE KUDUS

dundum kantong tradisi jawa nikahan
1.    PengertianTradisiDundumkantong
MenurutibuNgatminiprosesidundumkantongadalahsebuahtradisi di Jawa Tengah yang dilakukanoleh orang yang sedangmempunyaihajatanyaitumenikahkananakterakhirnya.
Lebihjauhbeliaumenjelaskan, ketikaanakterakhirdalamsebuahkeluargamenikah, menurutnarasumber, orang tuaharusmelaksanakantradisiinidenganharapan agar semuaanak-anaknyahidupdenganrukun, taatkepada orang tua, dantetapmelaksanakanperintah-perintah Allah SWT.Namun, jikakeadaan orang tuatidakmemungkinkanuntukmelaksanakantradisiinimakatidakdipaksakanuntukmelaksanakannya.
Alasankenapadundumkantonginidilakukanhanyapadasaat

Monday, November 2, 2015

TRADISI MITONI PADA IBU HAMIL di Desa GAJAH Kec Gajah Kab Demak


TRADISI MITONI PADA IBU HAMIL di Desa GAJAH Kec Gajah Kab Demak

           
yuni triana ulfa
Siang hari tanggal 17 maret 2015 saat cuaca sedang cerahnya terdapat satu keluarga kecil sedang melaksanakan tradisi “mitoni”yaitu keluarga dari Bapak Ridwan dengan Ibu Maryam yang sedang hamil anak pertamanya. Mitoni adalah tradisi orang jawa dari kata pitu berarti tujuh. Tradisi mitoni ini dilakukan saat kandungan ibu sudah berumur tujuh bulan. Kata ibu muda yang sedang mengandung mengatakan tradisi mitoni ini dilaksanakan dengan bertepatnya tanggal tujuh,tujuh belas, dan dua puluh tujuh. Sedangkan tradisi Bapak Ridwan tersebut dilaksanakan pada tanggal tujuh belas. Acara ini berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah karena