TRADISI
PERANG OBOR DI DESA TEGAL SAMBI JEPARA
Perang obor atau disebut juga obor-oboran, merupakan salah satu
upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Jepara, khususnya
Desa Tegal Sambi, Kecamatan Tahunan, Jepara. Upacara ini diadakan setahun
sekali pada senin pahing, malam selasa pon di bulan dzulhijjah, acara ini
dilaksanakan pada malam hari sekitar pukul 20.00. Obor pada upacara tradisional
ini adalah gulungan atau bendelan 2 atau 3 pelapah kelapa yang sudah kering dan
bagian dalamnya diisi dengan daun pisang kering (jawa: klaras).
Upacara
tradisi perang obor merupakan slametan untuk melakukan syukur kepada Allah SWT
yang telah memberikan hasil panen kepada segenap masyarakat desa tegal sambi.
Selain perang obor juga sebetulnya ada perang ketupat, ada juga yang wajib
memandang matahari. Semua untuk bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi
berkah. Dan upacara ini awalnya untuk mungusir kekuatan jahat pembawa wabah
penyakit. Namun demikian dengan datangnya pengaruh Islam. Upacara ini
difungsikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan dalam rangka untuk

