Showing posts with label kudus.. Show all posts
Showing posts with label kudus.. Show all posts

Tuesday, December 1, 2015

PENTINGNYA SESAJEN BAGI ORANG YANG MEMPUNYAI HAJAT MANTU DI DESA GONDOHARUM JEKULO KUDUS

PENTINGNYA SESAJEN BAGI ORANG YANG MEMPUNYAI HAJAT  MANTU DI DESA GONDOHARUM JEKULO KUDUS

Sesajen berarti sajian atau hidangan berupa makanan atau bunga-bungaan dan sebagainya yang disajikan kepada makhluk halus atau roh. Sesajen memiliki nilai sakral di sebagian besar masyarakat kita pada umumnya. Dalam tradisi jawa sesajen banyak digunakan untuk berbagai acara adat, seperti hajat mantu entah itu pernikahan maupun khitanan.
Di Desa Gondoharum dukuh Tompe. Sesajen sangat wajib dilakukan.  Terlebih jika orang yang masih mempunyai ikatan kekeluargaan dengan leluhur tompe.  Jika ritual sesajen itu ditiadakan dan sesajen tersebut masih kurang,  maka akan mengganggu orang-orang yang punya rumah, pengalong (orang yang tukang  menanak nasi, membuat jajan, memasak sayur, memasak lauk) dan  tamu,  kadang ada yang diganggu (kesurupan).
Bahan-bahan sesajen yaitu antara lain :

Monday, November 16, 2015

Tingkeban (MAPATI)

Tingkeban (MAPATI)

            Mei 2015, saya memutuskan untuk menulis, mencari tahu tentang upacara atau adat yang dilakukan di Desa Bulung Kulon Jekulo Kudus yaitu ketika masa kehamilan telah mencapai 4 bulan yang dikenal dengan tingkep. Pertama saya menanyai ibu saya apa sie yang dinamakan tingkep. Ibu masfu’ah menjawab tingkep adalah selamatan 4 bulanan ketika wanita sedang hamil, yaitu dengan mengundang para tetangga untuk melakukan selamatan berdoa bersama dirumah. [1]
            Selanjutnya saya menanyakan hal yang sama kepada ayah saya, beliau menjelaskan tingkep adalah selamatan pada bayi yang dikandung seorang wanita berusia menginjak 4 bulan. Tingkep dilakukan supaya terhindar dari bala’, tingkep disamakan dengan sedekah kepada tetangga  supaya si bayi dan sekeluarga aman terhindar dari bala’.
            Kemudian saya menanyai ayah saya tentang perihal

Tuesday, November 10, 2015

UpacaraTedhakSitenTradisi JawaTengah Di Desa Kedungdowo Kaliwungu Kudus Rt.02/Rw.02

Di DesaKedungdowoKaliwungu Kudus Rt.02/Rw.02
tedhak sinten

TedhakSitenberasal dari dua kata yaitu “Tedhak” yang memilikiarti “ menampakan kaki”, sedangkan kata “Siten” yang berasal dari kata siti yang berarti “ Tanah/ Bumi”. Tedhaksiteninimerupakanbagian dari adat dan tradisimasyarakatJawaTengah, uapacarainidilaksanakanketikaseorangbayisudahberusia 7-8 bulan dan sudahmulaibelajarduduk dan berjalan di tanah. Upacaratedhaksiteninibertujuan agar anaktersebutdapatmenjadianak  yang mandiri di masadepan.
Sepertihalnyapenelitiansayadi DesaKedungdowoKaliwungu Kudus Rt.02/Rw. 02,tanggal 05 Mei 2015 (SeninPon).  DikeluargaBapakSuprapto dan IbuSarohanik yang melaksanakanupacaraTedhakSitenuntukanakkeduanya yang bernama Muhammad Sultan FathulRafli yang berusia 8 bulan. DidalamacaratersebutdihadiriNenek dan saudara-saudaranyasertakerabatkeluargalainnya dan tidaklupaanak-anakkecil yang ikutmeramaikanacaraTedhakSiten, merekahadiruntukturutmendoakanadekrafli agar