Tuesday, November 3, 2015

MAKNA FILOSOFI “NASI TUMPENG” DALAM ADAT JAWA


MAKNA FILOSOFI “NASI TUMPENG” DALAM ADAT JAWA

Mendengar nasi tumpeng mungkin kita pasti tidak asing lagi, bahkan seluruh masyarakat Indonesia pasti sudah mengenalnya, apalagi orang jawa. Terus apa sih itu nasi tumpeng, apakah ada yang tau makna filosofinya, pasti banyak yang tidak tahu, kita hanya mengenalnya sebagai sajian yang bentuknya kerucut, penuh dengan lauk pauk dan sayur-sayuran dengan porsi yang cukup besar. Nasi tumpeng akan muncul apabila ada acara-acara tertentu seperti pada adat jawa adalah syukuran, sedekah bumi, dan tradisi jawa lainnya. Bahkan sekarang nasi tumpeng juga

Monday, November 2, 2015

Tradisi Jawa (Membuang Ayam di Jembatan ketika ada Ngantenan di Desa Karanganyar RT01/02 Demak)


Tradisi Jawa
(Membuang Ayam di Jembatan ketika ada Ngantenan di Desa Karanganyar RT01/02 Demak)

nurul fitriana
Di tanah jawa  mayoritas penduduknya adalah beragama Hindu dan Budha sehingga orang jawa zaman dahulu terpengaruh oleh kepercayaan dan cara berpikir mereka. Hingga sampai sekarang pun masih mempercayai bahwa benda-benda mati memiliki kekuatan ghaib. Masyarakat jawa mempercayai tentang adanya ruh yang ada pada tumbuhan atau hewan. Dan sampaii sekarang masyarakat jawa belum merasakan kemantapan ketika menjalankan agama islam tanpa dibarengi dengan nilai-nilai atau kepercayaan yang telah didapat dari nenek moyangnya. Seperti ketika ada pengantin yang mendapatkan suami/istri luar kota dan ketika perjalanan menuju kerumah besan melewati jembatan maka harus membuang ayam. Kata harus menurut pandangan islam adalah tidak diharuskan (di wajibkan) karena tidak ada dalil dari Al-Qur’an atau Hadits yang mengharuskan

TRADISI MITONI PADA IBU HAMIL di Desa GAJAH Kec Gajah Kab Demak


TRADISI MITONI PADA IBU HAMIL di Desa GAJAH Kec Gajah Kab Demak

           
yuni triana ulfa
Siang hari tanggal 17 maret 2015 saat cuaca sedang cerahnya terdapat satu keluarga kecil sedang melaksanakan tradisi “mitoni”yaitu keluarga dari Bapak Ridwan dengan Ibu Maryam yang sedang hamil anak pertamanya. Mitoni adalah tradisi orang jawa dari kata pitu berarti tujuh. Tradisi mitoni ini dilakukan saat kandungan ibu sudah berumur tujuh bulan. Kata ibu muda yang sedang mengandung mengatakan tradisi mitoni ini dilaksanakan dengan bertepatnya tanggal tujuh,tujuh belas, dan dua puluh tujuh. Sedangkan tradisi Bapak Ridwan tersebut dilaksanakan pada tanggal tujuh belas. Acara ini berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah karena

Nilai-nilai Pendidikan Islam pada Tradisi Pengantin Mubeng Gapura


Nilai-nilai Pendidikan Islam pada Tradisi Pengantin Mubeng Gapura

di Desa Loram
loram

a.       Sejarah gapura dan masjid Wali di Loram

Pendiri gapura dan masjid wali adalah Sultan Hadirin. Sultan Hadirin ( Raden Toyyib) adalah putra dari Sultan Hayyat Syah dari Aceh. Saat ayahnya sudah tua dan merasa sudah tidak mampu memimpin rakyatnya lagi maka kekuasaan diberikan anak tertuanya yaitu Raden Toyyib. Pada saat kekuasaan Sultan Hayyat Syah diberikan kepada putranya Raden Toyyib, adiknya (Raden Taqyin) iri dengan kakaknya. Tapi karena Raden Toyyib tidak suka dengan pertengkaran apalagi dengan saudaranya sendiri hanya karena jabatan, maka Raden Toyyib memberikan kekuasaannya sepenuhnya kepada adiknya yaitu Raden Taqyin.  Sedangkan Raden Toyyib lebih memilih mengikuti pendiriannya sendiri yaitu ingin memperdalam ilmunya sehingga Raden Toyyib pergi merantau  mencari