Showing posts with label buka. Show all posts
Showing posts with label buka. Show all posts

Thursday, December 12, 2013

prosesi buka luwur sunan kudus

A.    Latar Belakang
Setiap kali orang mendengar nama Kudus, setidaknuya ada dua bayangan terlintas di benak kita.pertama,Kudus dipersepsikan sebagai sebuah komunitas yang lekat dengan basis sosial santri-muslim.hal ini tidak pernah lepas dari realitas keberadaan Sunan Kudus sebagai salah satu tokoh penyebar Islam di pesisir utara pulau jawa.Hingga kini artefak-artefak budaya yang diwariskan Sunan Kudus berupa sebuah komunitas santri muslim,bukan saja dapat ditemukan,bahkan menjadi salah satu identitas sebagai sebuah kota di jawa tengah yang memiliki ciri sosial-ekonomi yamg khas.Rokok,jenang,soto,bordir dan beberapa produk lainnya yang khas,akan dengan mudah membawa imajinasi seseotang terhadap kudus.  Kegiatan perdagangan dan industri,baik yang berbasis rumah tangga skala kecil-menengah,maupun industri modern berskala besar, adalah pemandangan sehari hari bagi masyarakat kudus.
Dua ciri khas Kudus itu yaitu tradisi santri-muslim yang taat dan tradisi ekonomi perdagangan dan industri,tidak bisa dilepas begitu saja dengan

prosesi buka luwur sunan muria

A.    Latar Belakang
Sunan Muria yang memiliki nama asli Raden Umar Said adalah putra Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh.Ia merupakan adik kandung Sunan Giri,Syeh Maulana Ishak. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto.  Nama Muria diambil dari nama tempat tinggal terakhir beliau di lereng Gunung Muria, kira-kira delapan belas kilometer ke utara Kota Kudus. Seperti ayahnya, dalam berdakwah beliau menggunakan cara halus, ibarat mengambil ikan tidak sampai mengeruhkan airnya.  Itulah cara yang ditempuh untuk menyiarkan agama Islam di sekitar Gunung Muria.
Berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah yang sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Tempat tinggal beliau terletak di salah satu puncak Gunung Muria yang bernama Colo. Di sana Sunan Muria banyak bergaul dengan