PENDAHULUAN
Dalam bahasa arab terdapat ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa arab. Ilmu tata bahasa arab merupakan bagian ilmu terpenting dalam agama islam, karena faktanya seluruh sumber asli ajaran islam seperti Alquran dan Alhadis berbahasa arab. Salah satu bahasan dari ilmu tata bahasa arab/ilmu nahwu adalah bab tentang jumlah ismiyah, atau dalam artian jumlah yang terdiri dari isim (mubtada’ dan khobar).
Mubtada’ ialah isim marfu’(isim yang dibaca rofa’) yang bebas dari awamil lafdhiyah. Dengan kata lain bersifat maknawi, yaitu dimarfu’kan oleh karena menjadi ibtida’/mubtada’ atau permulaan kata.[1]
Sementara khobar adalah isim yang dirofa’kan yang disandarkan kepada mubtada’ Maksudnya yakni tidak akan ada khobar kalau tidak ada mubtada dan mubtada itulah yang merofa’kan khobar. [2]
Untuk lebih jelasnya