Konon katanya, pada zaman dahulu ada seorang Raden murid dari Mbah Sunan Muria dari dukuh Pandak desa Colo yang diberi tugas untuk membuka lahan atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah “Babat alas” sekaligus menyebarkan agama Islam, beliau adalah Mbah Honggowongso. Kemudian Mbah Honggowongso pun menunggangi Kudanya, pergi mencari sebuah daerah. Setelah menemukan lokasi yang tepat untuk membuka lahan Mbah Honggowongso pun membangun sebuah masjid di tempat baru tersebut. Dahulu penduduk di sekitar masjid mayoritas beragama Budha.
Selain mendirikan masjid Mbah Honggowongso juga mendirikan tempat peristirahatan atau dalam bahasa Jawa biasa di sebut