BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Filsafat bermula dari kata Philos dan
Sophia yang berarti gandrung akan kebenaran. Ciri kegandrungan adalah adanya
upaya yang tak kenal menyerah untuk mengejar sesuatu yang di gandrungi itu.
Demikianlah halya bila gandrung dengan kebenaran.
Filsafat sering disebut sebagai induk
dari sembarang ilmu. Adapun dalam terminology sederhana, filsafat adalah
berfikir. Tapi tidak sembarang berfikir. Melainkan diikat oleh tiga cirri,
yaitu sistematis, radikal, dan universal. Supaya sistematis perlu adanya
disiplin dalam pendekatan, metode, cara dan alat tertentu.
Pendekatan adalah perspektif, yang
menggambarkan posisi kita dalam kaitannya dengan suatu obyek. Sama-sama pergi
ke Surabaya, seseorang yang berada di Banjarmasin dengan seseorang yang ada di
Blitar, jelas memiliki pendekatan yang berbeda. Perbedaan pendekatan ini akan
membedakan pula di dalam memilih metode atau jalan akan ditempuh. Selanjutnya,
perbedaan metode akan membuat beda dalam memilih cara. Perbedaan pendekatan ini
akan membedakan pula di dalam memilih metode atau jalan yang akan ditempuh.