TRADISI MENGUBUR
ARI-ARI
Ari-ari
disebut juga dengan plasenta. Ari-ari menempel pada pusar bayi ketika lahir. Tradisi
ini masih dilakukan oleh banyak orang, akan tetapi seiring berkembangnya waktu
prosesinya dilakukan dengan kurang lengkap. Di desa saya, tepatnya di Bae,
ketika seorang bayi telah dilahirkan, maka tali pusar atau ari-ari segera
dikuburkan. Pertama-tama, ari-ari dicuci terlebih dahulu dengan air biasa,
kemudian di letakkan di dalam kendhil, sebelumnya dilapisi dengan daun pisang.
Setelah ari-ari diletakkan di dalam kendil yang beralas tadi, sebelum ditutup
ditambahkan dengan buku, pensil. Ketika saya bertanya dengan Mbah Munti’ah,
beliau berkata hal itu adalah do’a yang tersirat agar sang anak kelak menjadi
anak yang bisa baca tulis dalam artian menjadi anak yang